Asisten Lapangan

Yopi Manderos

Ara Nelman Kakauhe

Teguh

Jayus

Tarmin

Aris

La Au

La Marene

Kadang saya berpikir, merekalah orang-orang yang lebih layak untuk mendapat gelar akademik yang saya dapat, karena tanpa mereka, tidak mungkin saya menyelesaikan penelitian-penelitian lapangan itu..

Mereka adalah asisten penelitian atau teknisi lapangan, penduduk lokal yang memiliki keahlian tentang hutan dan satwa serta dilatih untuk mencatat data-data ekologi satwa secara ilmiah. Mereka jauh lebih mengenal hutan dan satwa dari kita yang peneliti, kita yang duduk di bangku sekolah sampai universitas, yang mempelajari satwa dari buku-buku. Oleh karena itu, hampir semua penelitian satwa di lapangan, sangat tergantung pada keberadaan mereka, sang teknisi lapangan.

Pertama kali punya asisten lapangan, adalah waktu saya belajar tentang kuskus beruang di Sulawesi Utara. Saya harus ’nonton’ satwa ini dari pukul 6 pagi sampai 5 sore setiap harinya. Dan Yopi atau Ara Nelman akan menemani dan membantu saya secara bergantian. Kuskus adalah binatang berbulu coklat yang sulit dilihat, apalagi kalau sudah bergelung dan tidur di antara dedaunan. Anda akan bertanya-tanya sendiri, kuskuskah itu, atau hanya segerombol daun kering?

10 Sebulan pertama bekerja di hutan, saya tidak akan bisa menemukan kuskus sendiri tanpa bantuan Ara atau Yopi. Pada hari-hari itu, Yopi atau Ara akan berjalan bersama saya menyusuri hutan, melihat ke atas tajuk hutan yang tinggi, dan dengan mata mereka yang tajam dan terlatih, mencari ’seonggok mahluk coklat’ di antara daun-daun yang lebat. Bila sudah didapat, mereka akan memasang teleskop di tempat yang tepat, menebarkan tikar dan menyilahkan saya duduk menikmati tontonan kuskus untuk satu hari itu. Hari-hari itu, jelas tanpa mereka, tak ada data yang bisa saya dapat, karena saya tak mampu menemukan si kuskus sendiri.

Beberapa tahun berselang, saya kembali masuk hutan. Kali ini saya belajar tentang bajing dan tupai di Sumatra. Waktu itu, hanya saya yang tahu jenis-jenis apa yang ada di hutan itu, karena saya sudah mencarinya di buku-buku dan catatan museum. Maka, dengan berbekal foto-foto bajing dan tupai dari museum, saya pun mengajari Jayus, Tarmin, Aris, dan Teguh untuk mengidentifikasi dan mencatat berbagai jenis bajing dan tupai di hutan. Bulan-bulan penelitian berlalu, dan ada saat-saat tertentu (cukup sering) saya akan bertanya pada mereka, jenis bajing yang manakah itu? Padahal saya sendiri yang awalnya mengajari mereka. Mata tajam mereka memang selalu menjadi andalan. Mereka secara alami lebih cepat mengenal alam dan satwa, sehingga sekelebatan bajing akan sulit saya identifikasi, tetapi mudah bagi mereka…

Asisten lapangan membantu kita menemukan satwa penelitian di hutan. Bagaimana dengan kotoran satwa itu? Bisakah kita menemukannya sendiri. Buat saya ternyata, mencari kotoran satwa, apalagi yang masih segar, sama sulitnya dengan mencari satwa itu sendiri.

Buton, Sulawesi Tenggara. Di hutan pulau ini, saya harus mengumpulkan kotoran anoa segar untuk dianalisa DNA-nya. Siapa lagi kalau bukan mantan pemburu anoa yang paling tepat untuk membantu saya dalam pekerjaan ini. Maka, jadilah saya ditemani La Au dan La Marene berputar-putar hutan Buton. Mengikuti jejak anoa yang masih baru sampai akhirnya menemukan kotoran segarnya. Tanpa mereka, mungkin saya masih berputar-putar di hutan sekarang ini, berusaha mencari jalan kembali menuju camp😛

Yopi, Ara, La Au, La Marene, Jayus, Tarmin, Aris dan Teguh. Semua akan tetap ada di hati, walaupun saya mungkin tidak kembali lagi ke hutan yang sama. Mereka tetap akan menjadi teman-teman terbaik, yang jasanya tak terhingga bagi keberhasilan pekerjaan saya sebagai peneliti satwa. Dan kalau bisa, ingin saya mempersembahkan gelar-gelar akademik ini bagi mereka, karena ilmu mereka tentang alam dan satwa, jauh melebihi saya…

10 thoughts on “Asisten Lapangan

  1. yupzzz……

    kadang orang yang lebih “bisa”, sering terlupakan….

    yah, mungkin gelar sarjana hanya untuk orang yang bisa “bayar”……..

    semangatlah…..

    aq juga “orang hutan”, bukan karena pekerjaan, tapi aq aktif dalam pramuka saka WANABAKTI….

    ok, Good Luck…..

  2. Mereka juga tempat menggantungkan ‘keselamatan’ kita di hutan….. Seleksi alam juga yang memasangkan mereka dengan kita

  3. Jasa mereka begitu besar bagi suatu penemuan (riset). sementara namanya hanya cukup di Ucapan Terima Kasih pada setiap publikasi dari riset yang mereka kerjakan…
    Jadi terkenang pada mereka yang pernah bekerja dengan saya di lapangan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s