New year resolution

Sudah waktunya membuat new year resolution lagi. Untuk tahun 2008 ini, ada dua hal penting yang ingin saya selesaikan: PhD dan bikin taman di rumah.

Untuk PhD, sudah jelas kali ya, program ini harus selesai Oktober 2008, mau gak mau, bisa gak bisa, HARUS SELESAI. Harus selesai, walaupun sampai saat ini saya masih punya keraguan besar, apa ya bisa selesai tepat waktu.

Untuk resolusi yang kedua, yang ini pastinya jauh lebih menyenangkan dan harusnya bisa diselesaikan dengan lebih mudah. Rumah kami sudah waktunya punya taman yang baru, dan untuk taman tersebut saya sudah membuat daftar tamanan apa saja yang wajib ada:

  1. Lengkuas
  2. Jahe
  3. Kunyit
  4. Temu kunci
  5. Kencur
  6. Jeruk purut
  7. Jeruk nipis
  8. Pandan
  9. Suji
  10. Belimbing wuluh
  11. Tomat buah
  12. Tomat sayur
  13. Cabe besar
  14. Cabe rawit

Ceritanya sih, kami akan tanam yang tersebut di atas itu supaya tidak usah lagi beli bumbu, dan bisa tinggal ambil di kebun milik sendiri. Keluarga kecil kami selalu perlu sedikit-sedikit saja kalau masak. Sekarang ini, tiap kali beli bumbu selalu berlebih sampai busuk-busuk, soalnya tidak bisa beli sedikit. Kalau dari kebun sendiri kan bisa ambil sesuai kebutuhan dan tidak akan membuang bumbu-bumbu dengan percuma lagi.

Untuk pohon buahnya, kami ingin menanam durian dan kersen. Kersen kan pohon wajib seluruh anak Indonesia. Coba saja tanya setiap orang Indonesia, pasti kecilnya dulu pernah bergaul erat dengan pohon kersen, memanjat atau paling enggak makan buahnya yang kecil-kecil manis itu.

Tambahan terakhir, teratai. Teratai campur duren campur bahan jamu, rasanya cocok juga, ya gak sih?

2 thoughts on “New year resolution

  1. Jaman kecil dulu, gw juga ‘punya’ pohon kersen yg emang kayanya cuma gw yang menguasai. Sampe2 dibelain bulan puasa ngambilin buahnya buat buka puasa. Simpen di freezer. Pas buka buahnya gak bisa dimakan gara2 beku… :))


    “Diah says:
    Kersen emang hebat. Banyak sejarah kanak2 terukir bersama kersen. Temen gue pernah cerita tentang hebohnya dia manjat cabang kersen yang menjuntai rendah di atas kali, sampe hampir kecebur cuma buat ngambil sebuah kersen yang masak pohon. Merah ranum he he…
    Kalo gue, yaiks, pernah gatel dan bentol-bentol seharian gara-gara ulet bulu di pohon kersen.”

  2. jangankan anak2..sampe skarang masih suka ama kersen kok..pernah tuh mba waktu praktikum iseng manjat pohon kersen. trus pas kaget karena tiba2 praktikum mulai, aku sukses nyangkut di pohon (kaosku kecantol di dahan yang patah), hehehe….


    “Diah says:
    He he.. iya juga sih. Di depan rumahnya Padesa Sumbersari Lasolo ada juga pohon kersen, lengkap dengan anak-anak yang sibuk ngambilin buahnya. Aku dan Mbak Nun sampe ngiler pengen ikutan (bener gak Mbak Nun?)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s