Duren

Durian runtuh anoa yang saya dapat (baca postingan sebelumnya, red.) ternyata punya hadiah tambahan yang gak disangka-sangka. The biggest surprised dalam kehidupan saya sampai saat ini. Bonus ini bahkan jauh lebih berharga daripada hadiah utamanya yang berupa gelar doktor. Kok bisa?

Iya dong, soalnya bonus ini berupa mate for life.

Waktu saya baru mulai proyek anoa tahun 2005 lalu, di tengah hutan Lambusango, saya bertemu dengan suami untuk pertama kali. Kami berkenalan, menjadi teman baik, dan sepulangnya dari Buton, kami pun melewati masa pacaran sangat singkat, yang kapan mulainya pun kami tidak tahu. Sampai akhirnya kami mengucap akad pada 797 yang lalu.

Bener-bener durian runtuh, karena menikah itu juga…enak tapi sakit, sakit tapi enak

he he. Bahkan malam pertamanya pun kadang disebut sebagai upacara belah duren.

Duren emang enak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s